Bismillah...
Akhirnya ada juga kesempatan buat corat-coret di blog saya ini.
Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit informasi tentang mizwala.
HAHH MIZWALA??? APA ITU MIZWALA???
Awalnya pertanyaan tersebut sempat muncul di benak saya ketika ustadz (guru) di sekolah saya memberikan tugas agar mencari hal-hal yang berkaitan dengan mizwala mencakup 5W+1H.
Ok, langsung saja kepada pembahasan!!!
Mizwala pada dasarnya adalah sebuah sundial (bahasa arab: mizwala, bahasa indonesia: bencet/jam matahari). Sundial, merupakan penunjuk waktu berdasarkan posisi matahari. Alat ini terdiri dari 3 komponen utama, yaitu:
- Gnomon sebagai pembentuk bayangan
- Bidang dial sebagai tempat bayangan
- Kurva waktu sebagai penanda waktu dari bayangan yang dibentuk gnomon pada bidang dial
Sundial sendiri dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk: Sundial horizontal, sundial vertikal, sundial polar dan sundial silinder.
Kalo mau tahu gimana bentuknya, apa saja fungsi dari masing-masing sundial googling sendiri biar ada usaha!!!
Mizwala qibla finder (lebih sering disebut Mizwala saja) ditemukan oleh Hendro Setyanto M.Si pada muktamar NU ke XXXII tahun 2010. Alat ini ditemukan ketika ia memberikan pelatihan pengukuran arah kiblat di Makassar. Perangkat ini merupakan modifikasi dari tongkat istiwa' hal yang dimodifikasi adalah:
- Menjadikan bidang dial sebagai bidang dial putar
- Menambahkan skala 360 derajat pada bidang dial putar
- Menambahkan bidang dudukan sebagai pengatur (level) mizwala
Katanya sundial tapi kok tongkat istiwa'??? Maksudnya seperti ini, mizwala merupakan sundial karena sama-sama memiliki 3 unsur utama sundial (gnomon, bidang dial dan kurva waktu) serta memanfaatkan bantuan sinar matahari untuk membuat bayangan. Sedangkan, dikatakan modifikasi dari tongkat istiwa' pada awalnya perangkat/instrumen yang digunakan untuk menunjukkan arah kiblat adalah tongkat istiwa', 'benang merah' antara tongkat istiwa' dengan mizwala adalah sama-sama perangkat yang berfungsi untuk menunjukkan arah kiblat
CARA PEMAKAIAN
- Pastikan MIZWALA dipasang dengan benar dan mengatur kedatarannya (menggunakan waterpass)
- Cara pemakaian MIZWALA dikelompokkan menjadi dua;
- Contoh, Diketahui bahwa azimuth kiblat sebuah kota X adalah 294° (dapat dihitung atau diambil dari data yang ada), kemudian azimuth bayangan ketika pengukuran adalah 145° (diketahui dari tabel posisi matahari)
- Cara pertama (C1)
C1.1 - Perhatikan bayangan yang dibentuk oleh gnomon kemudian letakkan benang pada bayangan tersebut
